BI Sulawesi Tenggara Bersinergi Menjaga Stabilitas Harga dan Pengendalian Inflasi
Ekonomi dan Bisnis 📅 30 September 2026, 22:48 👁️ 48x dibaca

BI Sulawesi Tenggara Bersinergi Menjaga Stabilitas Harga dan Pengendalian Inflasi

A

Admin

Jurnalis Ruangsulawesi

Ruangsulawesi.com, Kendari – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Edwin Permadi mengatakan, sejalan dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi yang diselenggarakan pada 24 September 2026, Sulawesi Tenggara menorehkan berbagai prestasi diantaranya, TP2DD TPID Kabupaten Kolaka Timur sebagai juara 1 TPID Berprestasi Tingkat Kabupatn/Kota se Sulawesi, TPID Kabupaten Bombana, juara 2 TPID Berprestasi Tingkat Kabupaten/Kota se Sulawesi, TPID Kota Baubau, juara 2 TPID Berkinerja Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota se Sulawesi, serta TPID Sultra, juara 3 TPID Berkinerja Terbaik Tingkat Provinsi se Sulawesi.

“Capaian tersebut tentunya sejalan dengan komitmen dan sinergi yang terus dilakukan oleh pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta instansi terkait lainnya dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan pengendalian inflasi, khususnya pada komoditas pangan, dapat berjalan dengan baik,” ungkap Edwin, Rabu (30/09/2026). 

Prestasi tersebut diharapkan juga dapat menjadi motivasi bagi kabupaten/kota lainnya untuk terus berinovasi dalam menjaga stabilitas pangan di daerah secara tepat sasaran dan berkelanjutan.

Edwin menyampaikan, kondisi inflasi Sulawesi Tenggara pada Agustus 2026 dalam kendali, dengan deflasi sebesar mengalami deflasi namun tetap 0,31% (mtm), sejalan dengan normalisasi harga pangan setelah panen serta terkendalinya harga energi dan transportasi.  

Jika ditinjau secara tahunan, lanjut Edwin, inflasi tercatat 3,19% (yoy), yang masih dalam rentang sasaran 2,5±1% . Angka tersebut juga relatif lebih rendah dibandingkan dengan inflasi nasional yang sebesar 3,35% (yoy). Secara bulanan, deflasi terutama disebabkan komoditas, antara lain tomat (penurunan harga 0,08%), ikan layang (0,07%), serta kangkung dan bahan bakar rumah tangga masingmasing (0,04%). 

“Kemudian, penyumbang inflasi antara lain kacang panjang dan pendidikan tinggi masing masing 0,03%, dan angkatan laut sebesar 0,02%,” pungkasnya. (Red) 

 

Tagar: #BI #Sulawesi Tenggara #Kendari #Inflasi #Harga terkendali

Bagikan artikel ini: