Naiknya Indeks Kelompok Pengeluaran, Picu Kenaikan Inflasi di Sultra
Ekonomi dan Bisnis 📅 01 October 2026, 15:47 👁️ 30x dibaca

Naiknya Indeks Kelompok Pengeluaran, Picu Kenaikan Inflasi di Sultra

A

Admin

Jurnalis Ruangsulawesi

Ruangsulawesi.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat pada bulan September 2026 terjadi inflasi y-on-y sebesar 4,17% atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,03.

Kepala BPS Sultra Hadi Susanto mengatakan perkembangan harga berbagai komoditas pada September 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Sultra di 4 kabupaten/kota, pada September 2026 terjadi inflasi y-on-y sebesar 4,17% atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,03 pada September 2025 menjadi
114,62 pada September 2026. 

Sedangkan, Inflasi m-to-m sebesar 0,53% dan inflasi y-to-d sebesar
4,57%.

Dijelaskan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,52%, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,58%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,64%; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,78%; kelompok kesehatan sebesar 0,87%; kelompok transportasi sebesar 6,85 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 2,10%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,54%;
kelompok pendidikan sebesar 3,55%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,03%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,82%.

"Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada September 2026, yaitu angkutan udara, emas perhiasan, bensin, ikan cakalang/ikan sisik, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, telepon seluler, udang basah, Sigaret Kretek Mesin (SKM), uang kuliah akademi/perguruan tinggi, cabai rawit, pelumas/oli mesin, kangkung, mobil, bayam, sepeda motor, ikan katamba, ikan layang/ikan benggol, kue basah, lemari pakaian, cumi-cumi, ayam goreng, pisang, kue kering berminyak, serta pasir," ungkapnya, Kamis (1/10/2026). 

Sedangkan komoditas yang
memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, antara lain: tomat, ikan selar/ikan tude, beras, bawang merah, telur ayam ras, serta ikan gabus.

Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada September 2026, antara lain: cabai rawit, uang kuliah akademi/perguruan tinggi, kangkung, ikan bandeng/ikan bolu, bayam, ikan cakalang/ikan sisik, ikan teri, telur ayam ras, daun kelor, sawi hijau, serta kue basah.

"Sedangkan, komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, antara lain: minyak goreng, ikan selar/ikan tude, angkutan udara, emas perhiasan, ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso, serta pepaya," jelasnya. 

Pada September 2026, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,52%; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,03%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,30%; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin
rumah tangga sebesar 0,17%; kelompok kesehatan dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya masing-masing sebesar 0,02%; kelompok transportasi sebesar 1,05%; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,15%; kelompok pendidikan sebesar 0,16%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,19%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,56%.

Hadi menambahkan, pada September 2026, tingkat inflasi y-on-y sebesar 4,17% dan tingkat inflasi y-to-d
Provinsi Sultra sebesar 4,57%.

"Pada September 2026, dari 4 kabupaten/kota IHK di Provinsi Sultra, seluruhnya mengalami Inflasi y-on-y. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Kolaka sebesar 4,42% dengan IHK sebesar 116,55. Sementara inflasi y-on-y terendah terjadi di Kota Baubau sebesar 3,23% dengan IHK 115,04," pungkasnya.(red)

Tagar: #inflasi #BPSsultra

Bagikan artikel ini: