Puncak Forkestra 2026, BI Sulawesi Tenggara Bersinergi Membangun Ekonomi Daerah
Admin
Jurnalis Ruangsulawesi
Ruangsulawesi.com, Kendari - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tenggara kembali menyelenggarakan Forum Ekonomi Sulawesi Tenggara (Forkestra) Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu agenda tahunan yang pada tahun ini memasuki penyelengga raan ke-6. Dirintis sejak tahun 2020, forum ini telah menjadi ruang bagi akademisi, mahasiswa, dan masyarakat luas untuk menyampaikan serta mengembangkan pemikiranpemikiran inovatif terkait isu strategis perekonomian daerah.
Pada tahun 2026, Forkestra mengangkat tema “Mewujudkan Ekosistem Ekonomi Sulawesi Tenggara yang Inklusif, Mandiri, dan Berdaya Saing Global”. Tema tersebut selaras dengan semangat untuk mendorong keterhubungan antara investasi, usaha lokal, sumber daya manusia, dan kebijakan, sehingga dapat menciptakan peluang ekonomi yang lebih merata serta memperkuat daya saing perekonomian daerah.
Pelaksanaan Forkestra Tahun 2026 terdiri atas tiga rangkaian kegiatan utama, yaitu sosialisasi dan diseminasi Forkestra, kompetisi opini ilmiah, serta seminar nasional sebagai acara puncak. Sosialisasi dan diseminasi menjadi tahap awal untuk membuka ruang bagi peserta dalam memahami berbagai isu strategis pembangunan daerah. Pemahaman tersebut kemudian dikembangkan melalui kompetisi opini ilmiah menjadi gagasan yang didukung oleh analisis yang kuat dan komprehensif. Diharapkan Forkestra dapat semakin memperkaya masukan bagi perumusan kebijakan sekaligus me ndorong keberanian peserta untuk menyampaikan gagasan dan berkontribusi dalam mendukung kemajuan Sulawesi Tenggara.
Dalam kesempatan tersebut turut di hadiri oleh Dr. Ir. Hugua, M. Ling . Dalam sambutannya Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Forkestra yang telah memasuki tahun keenam. Forum ini menjadi sangat penting karena menjadi ruang untuk menghimpun dan merumuskan ide serta gagasan strategis dari berbagai sudut pandang dalam mendukung kemajuan perekonomian Sulawesi Tenggara.
“Melalui forum ini, kita berharap dapat melahirkan gagasan-gagasan terbaik yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan penguatan perekonomian Sulawesi Tenggara,” ujar Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Dr. Ir. Hugua, M. Ling.
Pada pelaksanaan Seminar Nasional utama, Irman Faiz selaku Forkestra Tahun Lead Economist 2026, menghadirkan tiga narasumber Bank Danamon, Prof. Azhar Bafadal Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Halu Oleo serta Xaviera Putri, merupakan penulis dan konten kreator. Kegiatan dihadiri oleh kurang lebih 1300 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen maupun akademisi, perbankan, korporasi, pelaku usaha, maupun pemerintah daerah.
Selain pelaksanaan seminar nasional, puncak Forkestra Tahun 2026 juga dirangkaikan dengan seremoni Penandatanganan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), khususnya antara Pemerintah Kota Baubau dengan Pemerintah Kabupaten Buton serta Pemerintah Kabupaten Buton Selatan, sejalan dalam upaya menjaga ketersediaan pasokan dan mendukung pengendalian inflasi di daerah.
Sementara, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Edwin Permadi menyampaikan bahwa kerja sama antardaerah menjadi salah satu sarana strategis untuk menghubungkan sentra produksi dengan wilayah yang membutuhkan pasokan, yang didukung oleh penguatan distribusi dan komunikasi yang efektif. “Melalui kerja sama antardaerah, kita dapat menghubungkan sentra produksi dengan wilayah yang membutuhkan pasokan, disertai dengan penguatan distribusi dan komunikasi yang efektif. Dengan pasokan yang terjaga dan harga yang terjangkau, diharapkan dapat mendukung daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan produsen pangan,” ujar Edwin Permadi.
Lebih lanjut, penandatanganan PKS Rantai Pasok Ekspor menjadi wujud sinergi dan kolaborasi antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah dalam mendorong perluasan pasar bagi komoditas unggulan Sulawesi Tenggara. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka a kses pasar yang lebih luas bagi produk unggulan daerah sekaligus menjadi motivasi bagi pelaku usaha lainnya untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing produk Sulawesi Tenggara.
“Ke depan, Bank Indonesia Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Provinsi akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi bagi seluruh daerah dalam mewujudkan momentum strategis stakeholders untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang semakin inklusif, mandiri, dan berdaya saing global,” pungkasnya. (Red)
Berita Terkait
Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BI Sulawesi Tenggara Gelar Forkestra 2026
📅 2 days ago
Menelusuri Kekayaan Flora Sulawesi, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan UPT Kebun Raya Pucak Eksplorasi Tanaman di Kabupaten Bone
📅 3 days ago
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejaksaan Tinggi Gorontalo Perkuat Sinergi melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama
📅 4 days ago
BI Sulawesi Tenggara Bersinergi Menjaga Stabilitas Harga dan Pengendalian Inflasi
📅 5 days ago